Where Do I Begin?
Entah kenapa sebuah kalimat
pertanyaan “Where do I begin?” lagi
sering banget ada di pikiran gua saat ini, tiap gua mau melakukan sesuatu
apapun itu pasti kalimat itu selalu terbayang-bayang. Bahkan terkadang tanpa
disadari gua bertanya-tanya sama diri gua sendiri “darimana gua memulai?” Dari
dulu? Dari tadi? Atau daridari yang lain?
Sejujurnya gua bingung dari mana gua harus memulai semuanya. Memulai
semuanya entah dari awal atau harus melanjutkan yang sudah ada, atau mungkin
memulai semuanya dengan sesuatu yang baru. Yah setidaknya sekarang gua tau dari
mana gua harus memulai, yaitu gua harus memulai semuanya dari awal. Yaps,
memulai semuanya dari awal yaitu memulai dari perkenalan diri gua wkwk karena
tak kenal maka tak sayang, kalo udah kenal bisa aja sayang wkekek.
Ok langsung aja pada intinya, perkenalkan nama gua adalaaah jeng-jeng! 👈 bukan ini. Nama gua Adrian Hillan, temen-temen gua biasanya manggil gua Lan atau ian tapi ada beberapa yang manggil gua Kung alias jangkung (katanya). Tapi di SMP temen-temen gua (terutama pria) manggil gua dengan sebutan “Soang” wkwk entah kenapa mereka manggil gua dengan sebutan Soang. Ohiya Soang itu Angsa atau dalam bahasa Inggris itu Swan, mungkin karena lidah orang Indonesia ya jadi nyebutnya Soang. Nah udah tau kan soang itu gimana? Yaps, Soang itu adalah hewan berbulu putih berleher panjang dan suka nyosor wkwkw apakah aku terlihat seperti itu? Hmm forget it. And Then, di SMK gua dipanggil dengan sebutan Dok alias Dokter, entah karena mereka tau kalo gua ngefans sama The Doctor alias Valentino Rossi atau mungkin mereka punya alasan lain kenapa mereka manggil gua Dok? Hmm biarkan ini semua menjadi rahasia ilahi, ya walaupun gua tau alasan kenapa gua dipanggil Dok alias Dokter wkwk but keep the secret 😉 .
Udah tau kan nama gua siapa? Ok Next, di paragraf ke 3 ini gua akan
menjelaskan sedikit tentang diri gua atau lebih tepatnya sifat atau karakter
secara umum kali ya muehehe. Gua itu orangnya simpel, cuek, dan saking cueknya
gua, dulu pernah ada cewe suka sama gua dan gua pun suka sama dia, dan si cewek
ini ngirim surat cinta ke gua sampai akhirnya dia menyatakan perasaannya
langsung ke gua, dan lu tau gua jawab apa? Gua cuma jawab “iya gapapa” sambil gua tinggal pergi (Ini gua cuek apa
bego ya?) Hmm lupakan. Selain simpel dan cuek, kata temen-temen gua (terutama
cewek) katanya gua itu ngeselin, entah apa alasan mereka bilang gua ngeselin
dan gua pun bingung terdiam dan membisu #halah. Ohiya dan satu lagi, gua juga
orangnya pendiem (Bener gasih?) tapi kadang gua juga suka bercanda dan bahkan
ada saat dimana gua serius (saat menyatakan perasaan contohnya) dan gua malah
dianggapnya becanda, oh shit!.
Ah sudahlah kita akhiri saja
perkenalan tak berfaedah ini. Well,
buat yang mau tau gua lebih dalam sedalam cintaku padamu #eaaa yang mau tau gua
lebih dekat erat dan merekat bisa search
aja di Google wkwk.
FYI, sebenernya tulisan gua
kali ini terinspirasi dari lagu yang secara ga sengaja gua denger. Yaps, lagu
jadul yang gua suka dengerin sewaktu gua masih SMP, yaitu lagunya Alesana - A Siren's Soliloquy. Nah, kata terakhir
dari judul lagu tersebut yang menginspirasi, yaitu Soliloquy.
Kalian
tau Soliloquy? Gatau ya? Sama wkwkw
kalo gatau gua kasih tau ni, menurut beberapa artikel yang gua baca (lupa
sumbernya haha), Soliloquy merupakan
cabang dari Monolog, istilah untuk seseorang yang berbicara tentang apa yang
dia pikirkan, seolah-olah tidak ada yang mendengarkan. Biasanya terjadi di
dalam drama dan teather. Soliloquy adalah bentuk kebebasan
berbicara tentang perasaan, harapan, impian dan hal-hal lain yang berada dalam
pikiran seseorang. Kalo di sebuah drama atau teather biasanya tokoh Soliloquy
akan tampil sendirian di atas panggung sehingga ia bisa dengan bebas
mengekspresikan pemikiran pribadi, mengungkapkan isi hatinya, rahasia-rahasia yang
ia ketahui, harapan-harapan yang ingin dia wujudkan, dan bahkan ia bisa
mengungkapkan rencana jahatnya. Kalo di dalam sinetron atau film, adegan Soliloquy adalah ketika sang pemain
mengeluarkan pikirannya, misalnya mengungkapkan rencana jahatnya ketika tidak
ada siapapun yang mendengar, tapi tentunya itu ditujukan pada penonton.
Paham kan? Jadi di sini gua cuma
mengungkapkan isi kepala gua, alias gua bercerita sendirian di kamar tapi
ditujukan pada kalian para pembaca (emang ada yang baca? Wkwk). Sebenernya kalo
lagi sedirian gini lebih baik ajak temen buat sekedar nemenin atau bertukar
pikiran, tapi kadang gua butuh waktu untuk bersoliloquy, dan gua pikir Blog adalah media yang tepat. Gua bisa
nulis sesuka hati, nulis tentang musik, cinta, sharing pengalaman, ataupun
sekedar curhat wkwk. Ya daripada harus mencari temen yang beneran temen yang
kadang kaya bukan temen yakan wkwk lebih baik nulis. Kadang terlalu sibuk
mencari, bikin kita ga menyadari bahwa gaperlu mencari, kita bisa menemukan.
Seperti jodoh yang sudah Tuhan tentukan, terlalu sibuk mencari jadi ga
menyadari kalo sebenernya ada di depan mata.
Ah sudahlah, intinya gua cuma
duduk bersantai menenangkan pikiran ditemani segelas susu dan lagu favorit
sambil mengungkapkan perasaan dan mengekspresikan pikiran gua lewat tulisan,
yaa sapatau aja dari tulisan gua ada hal yang bermanfaat dan bisa merubah hidup
orang lain jadi lebih baik, who knows?.
Karena sesungguhnya di dalam pikiran kita terdapat banyak hal berharga, tempat
kita bisa menemukan sesuatu yang berharga dalam hidup (seketika bijak haha).
By
the way pagi ini biasanya
gua ke kampus tapi rasanya malas, tau kenapa? Karena hari ini hujan dan
gravitasi di sini jadi berkali-kali lipat lebih kuat yang bikin gua gamau
beranjak dari kasur muehehe. Ohiya, gua kuliah di salah satu Universitas Swasta
di daerah Jakarta dan gua udah masuk semester akhir (ngasih tau aja). Hujan
pagi ini bikin suhu udara terasa dingin, hujan yang turun membuat irama dari
jutaan tetesan air yang jatuh dari langit dan disertai aroma khas yang entah
kenapa wanginya bikin gua sedikit relax
(Pluviophile?), kalo lagi hujan gini
biasanya gua suka ngeliatin butiran air hujan yang jatuh ke tanah, karena
menurut gua hujan itu manis, romantis, tau kenapa? Karena hujan selalu kembali
ke bumi meski tau rasanya jatuh berkali-kali #halah. Tapi entah kenapa hujan
pagi ini mengingatkan gua akan hal-hal manis nan romantis yang udah berubah
jadi miris hahah, kadang gua bingung, kenapa setiap hujan turun suka ngingetin
kita ke memori masalalu? Yang akhirnya bikin kita merindukan masa lalu dan
kembali menoleh ke belakang. Dan gua pun begitu, perasaan dingin akan kerinduan
kenangan masa lalu ini bikin gua kembali menoleh ke belakang dan terlihat
sebungkus indomie, yaudah gua masak indomie wkwkw.
Tak terasa indomie goreng ini
sudah matang dengan wanginya yang mengundang rasa lapar dan gua pun segera
melahapnya tanpa ampun. Seketika gua inget kalo gua belom mandi, jadi tunggu ya
gua mandi dulu, ohiya kalian jangan ngintip! Biar gua bisa mandi secepat kilat.
Tadaaaa! Gua udah selesai mandi nih, cepet kan? udah wangi, udah rapih, udah
ganteng lah pokoknya wkwk dan udah siap untuk melakukan perjalanan ke kampus.
Sekilas info ya gua ke kempus pulang pergi naik motor, tau kenapa? Karena gua
gapunya mobil wkwkere motor yang gua pake ini berjenis matic dan berlogo sayap,
tau kan? By the way motor gua ini
namanya Vario Asmara ahaha yaudah yuk ke kampus, Let’s go!.
Ketika gua naik motor alias
sedang dalam perjalanan ke kampus gini biasanya gua dengerin lagu, biar berasa
kaya ada yang nyanyiin gua gitu ahaha dan kalo ga denger lagu tuh rasanya
perjalanan jadi terasa hampa gitu ya hahah. By
the way lagu apa yang menemani kalian saat dalam perjalanan? Atau kalian
biasanya dengerin musik apa kalo lagi bosen? Ohiya kalo bicara soal musik,
banyak banget penyanyi dan band yang ngeluarin lagu ataupun album baru ditahun
2017 ini. Nah kebetulan gua mau sharing
dan review beberapa lagu yang gua
suka dengerin tahun ini atau mungkin the Best song of the year versi gua
wkwk.
Karena banyak banget lagunya jadi gua bikin Top 10 chart aja kali ya biar kaya acara musik di TV-TV gitu wkeke. Penasaran kan? Ok, langsung aja. Check this out!.
10. The Chainsmokers - Something Just Like This (with Coldplay)
Di posisi 10 ada The Chainsmokers dengan lagunya Something Just Like This (with Coldplay), udah kaya penyiar radio belom nih gua? Hahah. By the way, lagunya easy listening dan musiknya asyik tapi entah kenapa gua ngerasa musiknya jadi nanggung gitu ya hehe.
9. Sleeping With Sirens - Legend
Kamu sudah berubah tak seperti dulu, alias musiknya berubah. Dari yang dulunya Post-Hardcore sekarang lebih Pop Modern, tapi gua masih suka lagunya dan suara vokalnya Kellin makin cocok sama musiknya.
8. Paramore - Told You So
Terkadang balikan sama mantan itu gabisa mengembalikan semuanya seperti dulu, alias Zac Farro balik lagi ke Paramore tapi musiknya gaseperti dulu, sekarang lebih pop modern gitu sih menurut gua. Hmm ko bisa sama ya kaya Sleeping With Sirens yang berubah musiknya? Apakah ada konspirasi diantara mereka? Entahlah.
7. Taylor Swift - Look What You Made Me Do
Satu-satunya penyanyi solo yang ada di Top chart gua, dan sepertinya lagu Taylor yang satu ini sedikit berbeda dari lagu2nya yang sebelumnya entah dari materinya atau musiknya tapi tetep easy listening. Dan gua suka sama intro lagunya yang diisi dengan alunan piano jadi bikin lagunya terkesan dark and deep.
6. One Ok Rock - Taking Off
Lagunya enak asik tapi musiknya gasekeras dulu, terutama di album yang sekarang Ambitions, ya walaupun masih tetep nge-rock. Tapi entah kenapa gua suka sama permainan drumnya di bagian reffnya, simpel tapi unik.
5. Rancid - Ghost of a Chance
Intinya sih Punk Rock is never die! Band yang menurut gua masih tetap konsisten sampai saat ini. Di lagu ini vokalnya Tim makin kasar dan makin keren menurut gua. Good job Tim!.
4. Dustbox - Rise Above
Band dari Jepang ini masih tetap dengan cirikhasnya, yaitu Punk Rock yang Singalong, intinya sih lagu ini ngasih motivasi untuk lebih berani dan membuktikan kalian bisa melakukan yang kalian mau, ketika kalian diremehkan oleh orang2 disekitar. Beat them and rise above!.
3. TOTALFAT - ONE FOR THE DREAMS
Salah satu band Punk Rock dari Jepang favorit gua nih, dan ini salah satu lagu penyemangat gua buat menjadikan mimpi jadi nyata, tapi sayangnya mimpiku sudah pergi bersamaan dengan kepergianmu wkwkw.
2. Last Goal! Party - Wild And Free
Lagu pereda galau tahun ini wkwk ini lagu yang bikin gua semangat buat menjalani hidup “Wild and Free” dan melupakan sejenak kegalauan di hati hahaha. By the way ini satu-satunya band Indonesia yang ada di Top chart gua. Ohiya gua suka sama vokalisnya, Mustika Kamal. Tapi sayangnya sekarang vokalisnya udah ganti, miss you Mustika.
1. Anti-Flag - Racists
Nah ini yang menurut gua the Best song of the year versi gua.
Entah kenapa gua suka banget sama lagunya. Mulai dari musiknya sampe liriknya yang
nyentuh banget menurut gua, sesuai dengan judulnya “Racists” liriknya penuh dengan kritikan.
Segitu dulu deh review dari
gua, ya setidaknya kalian bisa tau beberapa lagu yang gua suka denger tahun ini
walaupun gua tau kalian gamau tau wkwkw.
Singkat cerita gua udah sampai
di kampus tercintah dengan kenyang, dan hari ini gua selesai kuliah cuma sampai
sore sekitar pukul 15:00 WIB. Tibalah gua di dalam kelas dari salah satu
matakuliah bermanfaat yang gua ga suka tapi gua suka (gimana tu?) dan ternyata
hari ini adalah sebuah kejutan buat gua, kenapa? Karena ternyata hari ini ada quiz alias ujian kecil-kecilan atau
sebut aja ujian pemanasan sebelum ujian yang sesungguhnya, dan quiz hari ini adalah membuat sebuah
karangan “Drama”, oh shit! Entah kenapa gua kalo dikasih tugas disuruh
mikir, gua malah ngarang, dan kalo dikasih tugas ngarang, gua malah mikir wkwk.
Alhasil gua pun bekerjasama untuk menyelesaikan tugas ini bersama temen gua
haha.
Di dalam ruang kelas yang
dingin nan indah ini disertai aroma parfum wanita yang semerbak bagai bunga
mawar, terdapat seorang dosen tegas berdiri tegak di depan kelas sambil
menyampaikan sebuah pengumuman yang sangat penting, yaitu “UJIAN”. FYI kelas
ini didominasi wanita-wanita remaja wangi yang membuat para pria setengah
dewasa jadi salting (salah tingkah) dan ga konsen karena gagal fokus.
Gua duduk di barisan tengah
dengan tujuan agar tatapan mata gua fokus menatap masa depan eh biar fokus
memperhatikan dosen saat menjelaskan, jika kalian melihat ke arah kiri akan ada
sepotong manusia sedang duduk di sebelah gua ya sebut saja namanya Dion, dia
orangnya tinggi semampai rada baik tapi bawelnya setengah mampus. Beranjak dari
Dion kita arahkan pandangan ke depan alias yang duduk di depan Dion adalah
Juli, si Juli ini adalah anak pinter dan baik hati serta rajin menabung tapi
duitnya abis mulu wkwk.
Dan akhirnya ujian yang
sesungguhnya pun dimulai, lembar soal dan lembar jawaban pun mulai dibuka dan
Dion pun bersuara “Mampus gua, belom belajar lagi. Harus isi apa nih gua?!”,
hmm gua cuma bisa geleng-geleng kepala sambil baca soal yang bikin gua
geleng-geleng kepala, dan tiba-tiba terdengar suara “Jul, liat dikit jawaban lu
dong Jul..?” ternyata itu suara Dion manggil Juli, gua liat si Juli cuma diem
hening tanpa jawaban. 30 menit berlalu dan... “Jul, liat dong Jul, gua belom
semua ni” terdengar suara Dion, “Nanti, gua lagi kerjain dulu nih” jawab Juli
berbisik, ”Ga hoax nih ya, gua tungguin nih” Balas Dion berbisik. Gua pun ikut
nungguin jawaban Juli selama 15 menit, hingga akhirnya kegaduhan pun terjadi.
Dion : “Jul, mana?”
Juli : “Sabar ion”
Dion : “Itu lu udah penuh jawabannya. Mana sini
gua liat dulu”.
Juli : ”Belom ini, baru coret-coretan aja.
Belom gua itung lagi jawabannya”.
Dion : “Jul mana sini, udah mau abis nih
waktunya”.
Gua liat si Juli cuma diem dan
gua rasa dia pura-pura gadenger, akhirnya Dion manggil Juli (lagi).
Dion : “Jul mana jawabannya sini! gua mau liat”
Juli : “Lu mau jawaban nomer berapa?”
Dion : “Semuanya jul”
Juli :
“Anjir, lu nyontek apaan masa liat semuanya?!”
Dion :
“Siapa yang nyontek? gua mah ngeliat jul bukan nyontek. Sini lah.”
Juli : “Yatapi jangan semuanya juga kali..”
Dion : “Jee pelit bener.. sini lah, pulang gua
pukul lu.”
Juli : “Nih cepet ya!” (ngasih lembar jawaban).
Dion : “Naah gitu doong!”
Dion langsung ngambil kertas
jawaban Juli dan menyalinnya, gua mah apaatuh cuma bisa ngeliatin doang.
Beberapa menit kemudian tiba-tiba Juli manggil Dion.
Juli : “Ion mana kertas jawaban gua?”
Dion : “Sabar dulu bentar jul.”
Juli : “Sini ion lembar jawaban gua, ntar
ketahuan. Ah lama!”
Dion : “Dikit lagi jul, slow.”
Juli : “Sinilah cepet!”
Dion : “Nih jul gajadi, jawabannya samasemua
sama punya gua.” (Ngasih lembar jawaban)
Juli : “Sini!” (Ngambil lembar jawabannya)
Alhasil kegaduhan yang mereka
ciptakan terdengar oleh dosen yang ngeliatin mereka dari tadi dan langsung
menghampiri mereka.
Dosen :“Ada apa ini?! saya bilang diawal ga boleh ada yang mencontek!
Dion, kertas jawaban siapa ini?!” tanya pak dosen dengan nada tinggi.
Dion :
“Lembar jawabannya si Juli pak, jatoh. Saya mau ambilin terus balikin kasih ke
dia pak”
Juli : ”Bohong pak, dia yang ambil lembar
jawaban saya tadi pak”
Dion : "Lu ga boleh fitnah dong jul, gua
kan ga ambil sama sekali lembar jawaban lu.”
Dan pak dosen pun bersabda:
“Udah-udah! kalian berdua saya kasih nilai E, dan silahkan tinggalkan ruang
ini!”, akhirnya mereka pun meninggalkan ruang kelas dengan perasaan sedih yang
dibumbui dengan pertengkaran di antara keduanya. Itulah sebagian kecil cerita
singkat yang ga bermanfaat dari tugas Drama yang gua bikin sama temen gua hahah.
Hari semakin siang dan uler di perut
mulai berontak kelaparan, itu artinya it’s
time to lunch! FYI, sekarang
sudah waktunya istirahat dan tugasnya
udah gua kumpulin loh ya haha. Ohiya
biasanya gua makan siang di warteg bernama “Nanda” tapi gua bilangnya “bang
gondrong” wkwk karena emang yang layaninnya seorang pria berambut panjang alias
gondrong haha. Siang ini terasa panas, panasnya melebihi liat pacar jalan sama
orang laen wkwk karena gua ga tahan sama
panasnya jadi gua mau beli sesuatu yang gua suka yang bisa meredam rasa panas
di hati dan tubuh ini, yaitu es krim hahah.
Entah kenapa gua bisa suka sama
yang namanya es krim, mungkin karena es krim itu dingin kali ya(?) sensasi
dinginnya itu menyejukkan hati, tapi kadang gua gasuka dingin, dinginnya
sikapmu padaku contohnya #halah menurut gua dingin itu rasanya dingin eh dingin
itu sepi, sendiri (bener gasih?) forget
it. By the way kalo ngomongin dinginnya es krim ituuu... rasanya pengen
makan terus menerus tapi kalo kebanyakan mules wkwk dan gua paling suka es krim
rasa yang dulu pernah ada, eh maksudnya es krim rasa strawberry yang bikin gua
mau makan lagi dan lagi muehehe tapi gua juga suka rasa cokelat karena manis,
iya manis semanis kamu wkwk.
By
the way, Wall’s merupakan
salah satu merek es krim favorit gua *bukanpromosi* tapi gua bingung kenapa Wall’s dijadiin merek es krim ya? Karena
jika diterjemahkan, kata “Wall” itu
artinya dinding atau tembok. Apakah karena es krimnya sekeras dinding? Atau
mungkin karena es krimnya sedingin dinding dan setebal tembok? lupakan. Eits
kalo ngebahas tembok atau dinding, pastinya di dunia ini ada banyak sekali
jenis tembok ataupun dinding, salah satunya The
Great Wall of China. Tapi ada salah satu tembok atau dinding yang belum
pernah gua liat sebelumnya dan entah darimana asalnya, dinding yang gabisa gua
liat tapi gua bisa merasakannya, dinding yang transparan alias dinding pemisah
di antara sebuah “hubungan”, entah itu dinding pemisah antara jarak dan waktu,
tua dan muda, ataupun laki-laki dan perempuan. Tapi kini kita sudah tiba pada
era teknologi informasi dan komunikasi, dimana kita bisa berkomunikasi dan
berbagi informasi via media sosial dan berselancar di dunia maya, ya setidaknya
dunia maya mampu merobohkan semua dinding pemisah itu. Say thanks to Technology!.
Ohiya, dalam menjalin hubungan
apakah kalian pernah ngerasain sulitnya untuk bersama? Atau sulitnya menyatukan
karena sebuah perbedaan? Pasti pada awalnya sejalan, tau kemana kaki melangkah
hingga pada akhirnya semakin dingin, berjeda dan membeku seperti es batu.
Mungkin perbedaan itu yang jadi dinding pemisah di antara sebuah hubungan, yang
malah bikin sulit untuk bersama dan bersatu, bahkan dunia maya pun gamampu
untuk merobohkan dinding pemisah itu, hingga pada akhirnya saling menyakiti
karena hal yang tak pernah diinginkan. Ada banyak hal sebenernya yang jadi dinding
pemisah di antara sebuah hubungan yang bikin sulit buat bersama dan bersatu yang
intinya tentang perbedaan, entah perbedaan agama, pandangan hidup, politik,
ataupun perbedaan mendasar. Yaps, perbedaan mendasar dimana ada pihak yang
bersama karena kebutuhan, dan di pihak yang satunya bersama karena keinginan.
Seperti aku yang ingin jadikan kita tak hanya cerita biasa, tapi cerita
sepanjang masa. Di sisi lain, ada kamu yang membiarkan dirimu mengikuti alur
sebuah arus rasa yang tak menentu ke arah mana. Duh jadi curhat kan, gapapalah
ya wkwkw.
Anyway kalo ngomongin sebuah hubungan, dalam
menjalin sebuah hubungan kalian pernah denger kalimat “terima apa adanya”? atau
kalimat “suatu hari nanti”? Entah kenapa gua suka bingung sama kalimat itu. Gua
bingung karena gua pikir kita emang harus terima apa adanya pasangan kita ya
entah menerima semua kebaikan dan keburukannya ataupun kelebihan dan
kekurangannya, tapi kadang gua mikir ya harusnya dalam sebuah hubungan bisa
bikin kedua belah pihak saling membangun dan merubah keburukan menjadi
kebaikan, bukan diterima apa adanya, kalo diterima apa adanya ga akan ada
kemajuan atau perubahan menjadi lebih baik (Bener gasih?) forget it. And then,
biasanya kalimat “satu hari nanti” adalah sebuah kalimat harapan untuk saat ini
ataupun masa depan dengan harapan semuanya terwujud ya meskipun ada yang
berakhir hanya sebagai harapan kosong, tapi entah kenapa kalimat “suatu hari
nanti” terus terbit dan tenggelam di pikiran gua seperti gerak semu matahari
setiap hari, mungkin kalimat “suatu hari nanti” yang jadi harapan sebagai janji
pada diri gua sendiri biar rasa itu gaakan jadi semu, sesemu hadirmu saat ini wkwk.
Sesungguhnya begitu banyak hal yang
membuat dunia kita sangat berbeda, kita memiliki kepribadian istimewa dan minat
yang sama menariknya, mungkin ga seharusnya kita memangkas karakter diri hanya
demi bisa bersama. Mungkin rasanya dekat tapi tersekat, tersekat oleh dinding
ba dinding wkwkw tersekat oleh dinding pemisah maksudnya. Hmm, jadi intinya aja
nih ya, intinya itu kalo bisa gua mau gunting peta takdir dan langsung menuju
hati yang tepat biar ga banyak hati yang terluka, tapi nyatanya gabisa wkwk coz this is a journey. Mungkin meyakini
sesuatu yang semu itu ga mudah, tapi itu lebih baik daripada jatuh pada
kesedihan yang sama, karena gua merasa udah begitu banyak rasa jadi ya
maugimana lagi? Mungkin kamu penghilang penat di saat lelah, tapi sayangnya
hadirmu cuma sesaat, tapi aku tetap menyukainya, menyukaimu, iya kamu, es krim
kesukaanku wkakaka.
Jam istirahat makan siang pun
telah berakhir, gua juga udah kenyang abis makan warteg dan es krim yang
kemudian diikuti perasaan ngantuk hahah gua segera menuju ke kelas untuk tidur ehh
untuk melanjutkan matakuliah selanjutnya heheh.
Jam menunjukkan pukul 15:00
yang artinya jam perkuliahan berakhir, gua segera keluar kelas bersama
temen-temen dan langsung menuju tempat tongkrongan yang kami sebut TTS
(Tongkrongan Tukang Somay) wkwk tempatnya sangat strategis karena terletak di
depan kampus alias di trotoar pinggir jalan wkwk di sinilah para pria
bertampang Rambo berhati Romeo berkumpul melepas penat. Lalu lalang kendaraan
dan mahasiswi cantik yang melintas menjadi pemandangan yang udah biasa buat
kami, entah sekedar buat bahan candaan atau menikmati indahnya ciptaan Tuhan.
Segelas kopi dingin ditemani
riuhnya candaan teman-teman menambah nikmatnya suasana sore ini, tak lupa gua
buka HP buat sekedar cek Whats App
berharap orang yang gua harapkan ngechat
gua dan ternyata ngga wkwksedih, gua mencoba buat ngechat dia duluan dan alhasil setelah beberapa lama chat gua dibales. Tapi entah kenapa chatnya terasa hambar kaya sayur kurang
garem, bales chat udah kaya ngejawab
soal Bahasa Indonesia yang ngebosenin dan gampang (padahal susah wkwk) malah
kadang bikin gua bingung harus bales apa. Entah karena mood gua yang ga bagus atau
emang dia lagi ga mood yang akhirnya
saling menyalahkan dan perdebatan pun terjadi, perdebatan yang malah jadi debat
kusir tak berujung yang ujung-ujungnya jadi keributan yang saling melukai.
Hari semakin sore dan langit
mulai gelap, kopi udah abis tapi keributan belom abis wkwk gua mulai merasa
lelah pusing rasanya mau pulang dan mungkin dia juga lelah dengan semua
keributan ini, sampe akhirnya keributan itu berakhir dan gua sadar kalo gua ga
sempurna, alhasil gua pun pulang dengan sebuah kesimpulan alias gua merasa
pesimis.
Apakah kalian pernah merasa
pesimis? Merasa kalo ternyata kalian ga sempurna untuknya? Kalo kalian pernah
berarti kita sama wkwk (ga nanya ya? cuma kasihtau aja tapi kalian gamautau ya
wkwk), kadang gua merasa ga sesempurna keinginannya, tapi gua berusaha
memperbaiki kualitas diri, ya setidaknya gua bisa membuat dirinya merasa nyaman
dan nyambung untuk membahas setiap topik pembicaraan, berusaha agar gua ga
terlihat kurang di hadapannya. Bahkan gua suka berkhayal betapa bahagianya
menjadi seseorang yang selalu bisa membuat dirinya tersenyum, menjadi seseorang
yang mampu membuat dirinya menjadi sosok yang kuat untuk menghadapi dunia. Hmm
ngebayangin seandainya hal itu terjadi dan gua bisa menjadi seseorang itu pasti
gua seneng banget, karena bisa bersama dan berbagi kisah manisnya hidup berdua,
ataupun menjalani getirnya hidup bersama #unch.
Kayanya daritadi gua ngebahas
cinta-cintaan mulu ya wkwk bosan gasih ngebahas soal cinta? Kadang gua juga
bosan bahas cinta-cintaan, tapi apadaya kali ini gua mau nulis tentang cinta.
Secara umum sih cinta itu punya banyak makna yang begitu luas dan bervariasi intensitasnya,
tapi apakah cinta begitu menarik untuk dibahas? Ga juga, tapi yang pasti cinta
adalah sesuatu yang rumit (menurut gua). Kenapa cinta itu rumit? Karena menurut
gua cinta yang jadi penyebab dari berbagai macam perasaan yang terkadang
bertentangan, kadang cinta terlihat gelap dan menyedihkan tapi kadang terlihat
indah dan menyenangkan, karena cinta kita disatukan dan karena cinta juga kita
dipisahkan, rumit kan? Iya rumit, serumit perasaan dan hubungan kita saat ini
wkwkw.
Ohiya pengalaman cinta kalian
itu gimana? pernah gasih merasakan sulitnya menerima kenyataan? Kenyataan
sakitnya putus cinta? Tapi lebih sakit udah putus tapi masih cinta wkakaka
intinya sih kenyataan itu cuma ada 2, pahit dan manis, kalo pahit ubah jadi
berarti dan kalo manis ya dinikmati (Bener ga?). Kalian pernah merasa terpukul
ketika orang yang kita sayang gaakan pernah berada di sisimu lagi? Pernah
merasa ga rela jika dia yang harusnya jadi pasangan bahagiamu ternyata dimiliki
orang lain? Kalo kalian tanya ke gua sih ya gua akan jawab “pernah” wkwk gua
pernah terdampar pada wanita sederhana yang hampir sempurna dan berhati
malaikat yang kasih gua segalanya, segalanya yang gua butuhkan yang gua cari
saat itu dan gua pun dapet kebahagiaan sampe gua melewatkan banyak hal
bersamanya dengan penuh bahagia, hingga akhirnya gua terlempar jauh tak
terlihat, pedih cuy wkwk (Lah kok curhat wkwk). Mungkinkah bahagia itu jembatan
penghubung luka? atau luka itu jembatan penghubung bahagia? Ah sudahlah, entah
kenapa cinta begitu bahagia dan begitu menyakitkan.
Nah berbicara soal cinta,
menurut kalian definisi cinta itu apa? Apaitu sayang? Atau mungkin cinta dan
sayang itu beda atau sama? Dari beberapa pertanyaan tadi gua akan sedikit
memberikan jawaban. So, dari
kesimpulan yang gua ambil ya menurut gua cinta dan sayang itu beda, ibaratnya
cinta itu Biologi sedangkan sayang itu Fisika. Ngerti ga? Ga ngerti ya? Sama
wkwkw nih gua jelasin, cinta itu biologi karena lebih ke arah fisik misalnya
kita gabosen buat ngeliatin dan jadi pengagumnya dia, sedangkan sayang itu
fisika karena lebih ke arah perasaan misalnya kita merasa deket dan gamau
kehilangan. Pasti bingung kan kenapa fisika nyambungnya ke perasaan? Karena
fisika terkadang gabisa dilihat tapi bisa dirasakan (ghoib?) misalnya gaya
gesek, gaya gravitasi atau contoh sederhananya gaya dan tekanan yang rumusnya
(P=F/A) yang intinya tekanan berbanding lurus dengan gaya, jadi kalo kamu merasa
hidupmu banyak tekanan berarti hidupmu kebanyakan gaya wkakaka.
Well, tak terasa akhirnya kita sampai ditahap akhir, alias kita sudah tiba pada sebuah kesimpulan. Udah tau kan kesimpulannya apa? Yaps bener banget, kesimpulannya adalah bahwa tulisan gua kali ini adalah ladang curhat gua wkwkw. Lupakan kesimpulan bodoh yang sebelumnya dan kita ambil kesimpulan dari sisi lain. So, where’s the Love a beautiful pain? Mungkin ketika merasakan keindahan cinta tapi tak mampu untuk memiliki, seperti kita menyayangi seseorang yang akhirnya harus merelakannya bersama oranglain dengan penuh bahagia, sungguh senang melihatnya bahagia tapi begitu menyakitkan melihatnya bersama oranglain. Atau contoh lainnya menurut gua yang real itu saat melahirkan, pasti si ibu sayang bgt sama bayinya tapi rasa sayang itu diiringi rasa sakit yang teramat sangat saat melahirkan hingga akhirnya bayinya pun terlahir kedunia, maybe that’s a beautiful pain. And how about the pain? Kalo menurut gua rasa sakit itu adalah sebuah resiko atau sebuah akibat dari mencintai atau menyayangi karena rasa sayang itu berbanding lurus dengan rasa sakit. Jadi jangan takut untuk tetap mencintai dan menyayangi, kalo emang terasa sakit ya cukup terima dan nikmati rasa sakitnya dan biarkan rasa sakit itu membuatmu tumbuh dan berkembang jadi lebih kuat, coz live life hard! haha.
Tak terasa udah jam 19:15,
padahal tadi masih jam 15:00 wkwkw hati masih gelisah dengan rasa pesimis yang
menghantui, tapi seketika gua inget kalo 15 menit lagi adalah waktunya dia
pulang kerja. Gua pun pulang dengan galau, di sepanjang perjalanan gua kembali
berkhayal dengan harapan bahwa semuanya kembali membaik setelah dia pulang dan
sampai di rumahnya. Ah sudahlah, itu semua hanya khayalan bodoh semata yang
terlintas di kepala gua dan mungkin ini waktu yang tepat buat mengakhiri segala
khayalan bodoh yang bikin pusing alias daripada pusing mending gua tidur wkwk. And finally, gua pun tertidur lelap...
Sayup-sayup terdengar suara,
suara yang terdengar seperti suara seseorang yang berbisik di telinga yang
membuat tidur gua jadi gelisah (geli-geli basah wkwkw). ternyata itu suara ibu
yang mencoba bangunin gua dengan lembut.
Ibu : “Lan.. Lan.. bangun. Ada tamu”
Gua : “Siapa?”
Ibu : “Liat aja sendiri.”
Gua pun bangun dan langsung
keluar kamar menuju ruang depan buat ngeliat siapa yang bertamu malam-malam
begini, diselubungi niat untuk ngeliat dulu dari jendela ruang depan yang
diselimuti gorden hijau. Ternyata niat hanyalah niat karena niat berbeda dengan
kenyataan, pintu udah terbuka dan gua pun terkejut, ketika yang bertamu itu
adalah kamu, orang yang selama ini gua tunggu kedatangannya. Kamu berdiri
dengan senyuman indah, dan gua baru melihat lagi senyuman itu, senyuman yang tak
lagi gua dapatkan sebelumnya.
Saat itu gua cuma diam, hanya
terdiam seakan diriku hanya tertuju padamu #eaaa, gua menatap matanya dengan
rasa tak percaya, karena gua bingung yang bertamu ke rumah gua malam ini kamu
beneran atau bukan.
Gua mencoba mengingat dalam
keheningan, karena hari-hari kemarin dia masih jauh dari pandangan gua. Entah
kenapa tiba-tiba malam ini dia datang ke rumah gua dengan senyuman indah itu.
Tapi yaudahlah ya gua mencoba buat ga berpikir yang lain-lain, karena sekarang
dia udah ada di rumah gua malam ini. Kini gua dan dia duduk di luar rumah
sambil memandang indahnya malam ditemani bulan yang bertabur bintang (meskipun
bintangnya ga keliatan kealingan pohon wkwk) dan kami saling memandang, saling
tersenyum meluapkan rasa rindu. Kami mulai bercanda, tertawa bersama, dan
saling bercinta eh bercerita wkwk, sehingga membuat malam ini rasanya milik
kami berdua. Tak berselang lama, gua memegang telapak tangannya dan
menggenggamnya, dan gua pun berkata:
“Aku menyayangimu”.
”Aku juga menyayangimu” balasmu.
Genggaman tangan itu begitu
erat dan semakin erat, seakan-akan kami tak mau lepas dan ingin tetap seperti
ini berdua, bersama, bahagia.
Pada akhirnya aku memberanikan
diri untuk memelukmu, ternyata kamu membalasnya dengan erat, dan kami pun
berpelukan layaknya Teletubbies. Aku sangat bahagia malam ini karena kami tak
lagi berjauhan, dan hatiku pun berkata “Aku hanya punya satu mimpi, kamu. Dan
aku harap mimpi itu bisa jadi nyata”. Rasanya ini malam yang indah karena kamu
ada di sampingku, tanpa adanya pertengkaran, hanya ada rindu. Sempat tersirat
di benakku untuk bertanya padamu “Jika aku bisa sesempurna keinginanmu, apa
kamu bersedia meluangkan waktu sejenak untuk menghabiskan segelas susu dan
berbagi kisah manis berdua denganku?” Ah sudahlah, persetan dengan semua yang
ada di benakku. Karena apa yang aku inginkan sebelumnya kini sudah menjadi
nyata. Dan kini, kamu sudah ada di hadapanku, kembali.
Tapi sayangnya, semua itu cuma
mimpi indah gua semalam wkwkwk. See ya!
Komentar
Posting Komentar