Sunshine Di Kala Senja
Semua berawal di abad ke 20 di suatu pagi yang cerah ceria diselimuti langit biru dan hangatnya mentari pagi, aku bersama
ibuku berjalan menuju suatu tempat yang tak pernah ku datangi sebelumnya, di
sepanjang jalan banyak orang tua dan anak-anak seusiaku menuju tempat yang
sama, sekolah. Yups, ini adalah hari pertama aku masuk sekolah atau lebih
tepatnya SD. Kami terus berjalan dengan
semangat, sesampainya di sana ternyata sudah ramai, aku melihat berbagai macam
ekspresi, ada anak-anak yang ceria gembira tapi ada juga yang tersipu malu
dengan bedak putih cemong di wajahnya haha, tak lupa aku pun melipir ke kantin
buat jajan sambil menunggu pukul 7:00 dan menunggu informasi selanjutnya.
Bell pun
berbunyi, pertanda sudah pukul 07:00 kami semua segera dikumpulkan dan berbaris
di tengah halaman sekolah untuk upacara
bendara dan mendengarkan pengumuman pembagian kelas. Aku berdiri dengan penuh
semangat untuk menghadapi hari pertama masuk sekolah bersama orang-orang baru
yang tak pernah kulihat sebelumnya, tapi ada sesuatu yang merenggut
perhatianku. Sesuatu yang menyilaukan, bersinar, sebuah sinar kehidupan yang
membuat matahari pun malu dan bersembunyi di balik awan putih. Ya, aku melihat
seorang gadis yang bersinar dan membuat pandanganku hanya tertuju padanya,
hingga kemanapun dia berlari mataku selalu mengikutinya.
Anyway sesi baris-berbaris
sudah selesai dan dibubarkan, kami semua bergegas masuk kelas masing-masing.
Aku masuk ke kelas 1A dan memilih tempat duduk, aku duduk di sebelah kiri
bersama teman TK ku dulu, sebut saja namanya Tempe. Kami saling berkenalan
dengan orang-orang baru, dan yang mengejutkan adalah gadis yang bersinar itu
satu kelas denganku! Sungguh aku sangat senang saat itu, tapi sayangnya aku
hanya berkenalan dengan para pria jadi aku tidak tahu namanya hehehe. Ohiya aku menemukan teman baru yang namanya mirip
denganku, sebut saja namanya Hilal. Kami berbincang banyak hal, berlarian di
kelas hingga jalan-jalan melewati setiap kolong meja. Dan ya, kami menjadi
teman sepermainan yang nantinya menjadikan travelling kolong meja adalah sebuah
rutinitas, kami suka travelling dan bermain di bawah sana hingga aku
menemukan banyak harta karun dan bakat terpendamku hahaha.
Sebut
saja guru pertamaku Bu Hati, selain guru,
beliau merangkap sebagai wali kelas juga. Pelajaran hari ini telah usai, hanya
belajar dasar membaca tapi lebih banyak perkenalan tiap individu di kelas.
Ohiya setelah bubaran kelas tentu saja aku mencari gadis bersinar itu, tapi
entah kemana dia pergi dan menghilang.
Keesokan harinya
aku kembali terbangun di pagi hari, segera aku bersiap untuk mengawali hari ke
2 sekolah. Aku pun berangkat ke sekolah seorang diri agar hari ini dan seterusnya bisa mandiri, berjalan di bawah langit biru
melewati hamparan rumput dan embun pagi. Setibanya di tengah
perjalanan, aku melihat ada 2 gadis berjalan seirama, posisi ku jauh di belakang mereka, but idk why merasa terpanggil
dan penasaran hingga ku coba berjalan lebih cepat memperpendek jarak untuk
melihat lebih dekat. Aku perhatikan dengan seksama mulai dari tas yang mereka pakai, rambut wavy sebahu, hingga
seragamnya pun seragam (loh?) dan ya,
mereka sama! ini pertama kalinya aku melihat anak kembar ku pikir. Ku coba
mencari perbedaan diantara keduanya hingga aku berhasil menemukan perbedaan,
dan yang membedakan mereka berdua adalah… selera. Kamu lebih suka Coklat atau
Susu? Aku sih prefer susu hehe.
Aku terus
berjalan di belakang membuntuti mereka hingga aku
tersadar bahwa aku stalker wkwk bukan deng, aku sadar bahwa kami menuju
dan tiba di tempat yang sama, yaitu sekolah. Sesampainya di
sekolah, aku segera masuk kelas dan menaruh tas ku di kursi
lalu lanjut ngobrol bersama teman-teman. Tak lupa aku mencari 2 gadis kembar
itu, dan ternyata salah satunya adalah gadis yang bersinar, seketika
pandanganku tak luput dari gadis itu, semakin aku melihatnya aku merasa aneh, iya aku memiliki perasaan aneh. Secara tiba-tiba Hilal mengajakku travelling kolong meja, tentu aku menerima ajakan
bermainnya dan lanjut bermain dengannya disepanjang
kolong meja. Kami
kejar-kejaran, main jepret karet, lempar kertas, rautan, penghapus, pensil,
pokoknya semuanya dilempar hahaha. Bagi kami di kolong meja ini adalah medan
perang, kaki meja dan kursi ibarat sebuah rintangan yang harus kami lewati,
semakin banyak rintangan semakin bagus juga akurasi lemparan kami haha.
Setelah lelah
bermain, aku ingin istirahat dan keluar dari sini tapi kupikir ini adalah
kesempatanku mencoba mendekati gadis bersinar itu, tanpa pikir panjang aku
berjalan melawati kaki-kaki manusia, meja dan kursi yang menghalangi.
Sesampainya aku tiba di dekat mejanya, aku keluar dari persembunyian lalu
berjalan ke tempat duduknya kemudian aku menatapnya sejenak dan
dia juga menatapku dengan kedipan mata yang lemah lembut. Aku terdiam dan
membisu lalu mempertanyakan perasaan apa ini, dentuman jantungku berdetak lebih cepat, aku sempat berpikir bahwa aku menyukainya, mengaguminya, tapi sensasi ini terasa berbeda! Perasaan ini
lebih dari sebelumnya, karena ini bukan
pertama kalinya aku menyukai seorang gadis, karena gadis pertama yang kusuka
adalah… Guru TK ku wkakaka dan yang kedua adalah gadis teman TK ku dulu, sebut
saja namanya Lilin ahaha doi anaknya lucu chubby gitu mirip bocil cantik
di film Boboho, tau kan? Bukan yang ingusan loh ya hahah. Tapi tetap saja bu
guru memiliki aura wanita dewasa dan beliau memiliki senyuman manis yang
menyambutku setiap pagi dengan balutan hijabnya kala itu. Tapi tahukah kamu?
Bahwa bapakku juga menyukainya dan ibuku tahu itu wakakaka.
Bell pun
berbunyi, pertanda hari ke 2 sekolah sudah selesai, aku segera membereskan
perlengkapan sekolahku dilanjutkan dengan duduk membatu dan membisu, tujuannya?
Agar terlihat rapih, karena yang rapih pulang duluan
ahahah. Aku pulang dengan hati gembira karena ternyata rumahku dan gadis bersinar
beserta kembarannya itu searah, kita cuma beda gang aja. Dan tentu saja aku
mengikutinya diam-diam hingga aku tau
rumahnya wkwk dan ternyata mereka beda rumah wahaha bukan saudara kembar juga tentunya.
Hari-hari indah
ku di tahun pertama sekolah yang penuh
semangat terus berlanjut, aku selalu
datang lebih pagi untuk melihat sang pujaan hati yang abis mandi, seger banget
cuy liatnya haha. FYI aja nih kalo aku telah mengetahui namanya setelah
dia angkat tangan ketika absen. Sekolah dan bermain adalah rutinitasku karena di
kepalaku saat itu hanya gadis yang bersinar dan travelling kolong meja hahah, di kolong meja aku menemukan banyak hal yang
kusebut harta karun, seperti pensil, pulpen, rautan, dan penghapus yang
tentunya milik siswa/siswa yang tak sadar bahwa alat tulisnya hilang.
Ketika aku sedang travelling kolong meja, aku
melihat sekilas cahaya putih yang membuatku penasaran, aku pun melangkah mundur
dan mencari tahu cahaya putih itu berasal dari mana. Dan ya aku menemukannya, tepat
berada di antara kedua kaki teman perempuanku yang sedikit terbuka, entah
pemiliknya siapa tapi yang pasti karena penasaran aku pun membuka tirai
merah diantara kakinya dan terlihat lah sebuah kain putih bergambar Beruang megang balon
wkakak asli lucu banget gambarnya, saking lucunya sampai terngiang di kepalaku
dan rasanya kuingin segera pulang untuk menggambar beruang lucu itu. Btw
saat itu aku hanya berpikir tentang gambar beruangnya, tidak ada sedikitpun
pikiran “kotor” saat itu karena aku masih kecil dan masih polos *sekarang juga
sih hahaha.
Teng teng teng, bell pulang sekolah pun berbunyi aku
bergegas pulang, sesampainya di rumah kuambil secarik kertas dan langsung
menggambarnya. Ku mulai gambar sedikit demi sedikit, dimulai dari kepalanya,
matanya, hidungnya hingga badannya dan seketika aku lupa *tadi tangannya gimana
ya? Posisi kakinya gimana ya? Kayanya gambarku salah* entah kenapa aku
benar-benar lupa haha padahal ku ingin memperlihatkan gambarku pada gadis
bersinar itu, bahwa aku punya sesuatu yang lucu untuknya, tapi ya sudahlah dengan
niat yang tulus akan ku lihat lagi besok pagi.
Hari esok pun tiba, ini lah waktu yang kutunggu
untuk berburu Beruang! Hahaha aku sangat semangat menghadapi hari ini, karena
aku akan melihat gadis bersinar itu kembali dan tanpa diduga semesta
mendukungku, guru sedang tidak hadir saat itu dan aku lekas pergi ke kolong
meja mencari letak gambar beruang yang kulihat sebelumnya dan ya, ketemu! Segera
ku buka tirai merahnya dan…tadaaa! Gambarnya ganti wkwkwk sialan kenapa ganti
gambar woy dimana beruangnya hey, cape aku tuh kalo gambar ulang, kesel. Kecewa
adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku saat itu, aku kehilangan
beruang lucuku #sedih.
Kekecewaanku tak bertahan lama, karena aku
mengalihkan pandanganku ke arah kiri, disana ada teman sebangkunya yang tentu
saja memiliki tirai merah juga. Aku penasaran apakah di bawah sana dia punya
gambar yang lucu juga? Untuk menjawabnya aku pun membuka tirai merahnya dan aku
menemukan gambar yang baru, Winne the Pooh. Lantas ku berpikir “sepertinya
gadis-gadis disini punya gambar yang berbeda”, dan segera aku mengecek satu
persatu wkakaka dan benar, mereka semua mempunyai gambar yang berbeda setiap
harinya, ada yang gambar Strawberry, Teletubies, Berbie, balon, pelangi, Power
Pop Girl, hingga Monokuro Boo.
Hari-hari ku selanjutnya yang ceria diisi penuh
warna dengan membuka tirai merah, setiap hari aku membukanya diiringi respon
yang khas hingga akhirnya akupun addicted wkwkwk addicted menggambar loh ya, karena
saat itu aku bisa menggambar semua karakter yang kulihat dan
mengimplementasikannya di selembar kertas dan taraaa!... Jadi Doodle
wkwk finally aku menemukan bakat terpendamku hahaha.
2 tahun pun berlalu, kami pindah lokasi sekolah
alias nebeng dengan sekolah lain karena sekolahku sedang direnovasi tingkat 2.
Disana aku sudah tidak bisa membuntuti gadis bersinar itu ketika pulang
sekolah, karena dia diantar jemput motor (ojek mungkin?) Entahlah, sementara
aku naik angkot bersama teman-temanku. Ohiya aku juga menemukan musuh bebuyutanku,
panggil saja dia Asam, dia cewe pintar tapi sangar wkwk sesungguhnya kami
berteman, tapi karena aku yang ngeselin dan dia yang emosian yaudah ribut mulu
wkwk. Dimulai dari panggil nama orang tuanya, ngumpetin sendal, sepatu, sampai
ngejatohin kerudungnya terus nyamplung ke got awkwk alhasil dia pun emosi dan
marah-marah hahaha kayanya semua cewe kalo digituin juga emosi tingkat dewa ya ahaha.
Ohiya ditahun ketiga ini adalah awal turning point
untukku, aku memulai cara dan hal-hal baru untuk mendapat sedikit perhatian
darinya, karena menjadi pintar bukanlah hal yang mebuatnya tertarik padaku wkwk
dan tentu saja aku sudah berhenti travelling kolong meja, kenapa? Karena
di sana sudah tak semenarik dulu wkwk jaman telah berkembang cepat, yang
awalnya kain putih bergambar lucu menjadi bermotif garis-garis, polkadot,
warna-warni, ada juga yang berenda dan kemudian tergantikan oleh celana strit
wkwk atau mungkin karena aku sudah tak memiliki teman travelling hingga
beranggapan di sana sudah berbeda dan tak menarik, karena Hilal sudah pergi
meninggalkan dunia tanpa jejak.
Perasaanku terhadap gadis bersinar itu semakin
bertambah dari waktu ke waktu, aku pun bertanya-tanya apakah ini yang dinamakan
cinta? Ku pikir aku jatuh cinta, cinta monyet kalo kata orang-orang hahaha. Entah
kenapa segala hal yang berkaitan dengannya membuatku senang, bahagia. Salah
satu hal kecil dan simple yang membuatku senang adalah mengoreksi
bukunya hahah terkadang kalo lagi hoki bukuku dikoreksi olehnya dan tentu saja tertera
namanya, sungguh senang sekali hati kecil ini. Ini adalah awal skill
analisaku dimulai, aku menghitung setiap meja, kursi, jarak, jumlah siswa yang
hadir, tak lupa aku memprediksi dan memperhatikan tiap moment siswa
menumpukkan buku, tujuanku sudah jelas, agar aku bisa mengoreksi bukunya & bukuku
dikoreksi olehnya hahaha.
Situasi di tahun ke 4 tidak jauh berbeda dengan
tahun sebelumnya, sekolahku masih direnovasi, aku masih sering ribut dengan
Asam, dan tentunya perasaanku masih sama dengan gadis yang masih tetap
bersinar. Yang sedikit berbeda adalah seorang temanku yang pindah karena tidak
naik kelas, dan aku yang menjadi bolang dan lebih bar-bar karena efek nonton One
Piece, Naruto dan juga Smackdown hahaha.
Di kelas 4 ini aku mencoba lebih banyak permainan,
anggap saja memperluas wawasan hehe. Ga cuma permainan modern seperti Bayblade,
Tamiya dan CrushGear, tapi permainan tradisional pun hampir ku mainkan semua,
seperti gundu, tapak gunung, petak umpet, polisi-maling, batu 7, bentengan,
layangan, masak-masakan, lompat karet hingga bekel dan congklak awkwk tentu
saja memainkan permainan perempuan hanya sekedar alibi, tujuannya ya biar lebih
deket dengan gadis bersinar itu dong. Lompat karet adalah salah satu permainan favoritku,
karena gadis bersinar itu sering main karet saat jeda istirahat, aku menikmati
setiap detiknya, setiap lompatannya, ekspresinya ketika ngaspel, dan senyuman
bahagianya, senangnya bukan main cuy rasanya bisa main bersama orang yang
dikagumi hihihi.
Setahun kemudian aku sudah kelas 5 SD, Gedung
sekolahku juga sudah selesai direnovasi, kami semua kembali ke sekolah asal.
Sekarang sekolahku sudah tingkat 2 lantai, yeay! Di lantai 2 ada lab computer,
ya meskipun masih DOS bukan Windows, tapi lumayan untuk sekedar
belajar ngetik dan bermain game meskipun sedikit, game favoritku
disana adalah Prehistorik 2 hehe. Dikarenakan lab computer di sekolah
masih menggunakan DOS, aku lekas berpaling ke warnet yang menggunakan Windows
untuk menambah wawasan. Disana banyak game seperti GunBound, Seal
Online, Ragnarok dan masih banyak lagi, tak lupa akupun melihat primbon
untuk mengetahui apakah aku cocok dan berjodoh dengan gadis bersinar itu wkaka
tentu aku tahu tempat tanggal lahirnya, jika hasilnya kurang memuaskan aku
merasa kesal dan langsung play lagu Baon Cikadap, asade ko..chaaakkss.
Disuatu pagi aku melihat dimana gadis bersinar itu
ternodai, iya ternodai, betis kanannya ternodai karena kena knalpot wkwk melepuh
cuy berbekas lukanya, sudah pasti yang aku salahkan adalah knalpotnya dong
kenapa genit sampe nempel ke betis. Tak lama berselang setelah kejadian itu,
ternyata aku pun ikut ternodai akibat tidak hati-hati waktu pertama ngeBM. Dan
ya, sudah bisa ditebak bukan? Aku jatuh dari mobil losbak wkwk kepalaku bocor,
saat itu rasanya blank kepalaku pusing dan tubuh ini serasa melayang,
padahal emang lagi digotong ke klinik wkwk, akhirnya aku absen sejenak dari sekolah.
Singkat cerita, aku tiba di kelas dengan perban di kepalaku dan menjadi pusat
perhatian ahaha terutama perhatian dari gadis bersinar itu, dia memperhatikan
ku sejenak dengan wajahnya yang sedikit jutek. Apakah kalian pikir aku malu?
Tentu tidak, justru sebaliknya, aku merasa keren dengan lilitan perban di
kepalaku. Karena mindsetku saat itu adalah semakin nakal semakin keren,
terlihat rebel, young & reckless istilahnya, bukan laki
namanya kalo tidak ada bekas luka di tubuhnya hahah.
Ini adalah tahun terakhirku, lebih tepatnya aku
sudah sudah kelas 6 SD dan tentu gadis bersinar itu tetap menjadi pujaan hatiku,
tapi dia tetap saja jutek wkwk. Aku dipilih sebagai ketua kelas, ini kesekian
kalinya aku dipilih entah apa alasannya, saat upacara bendara pun mereka
terkadang memilihku untuk menjadi pemimpin barisan, pembawa naskah Pancasila,
pengibar bendera dan sebagainya. Sesungguhnya aku tidak menyukai semua itu
karena aku tidak suka menjadi orang yang terlihat “mencolok”, salah satu alasan
ku menerima semua itu ya tidak lain dan tidak bukan adalah agar gadis bersinar
itu melihatku mempunyai value lebih daripada pria lain, setidaknya dia notice
keberadaanku. Meskipun hasilnya nihil wkwkw.
Aku tetap berusaha mendapatkan perhatiannya, dan ya
setiap pria punya cara berbeda untuk mendekati wanita idamannya. Setelah
menjadi siswa pintar yang baik dan benar tidak berpengaruh padanya, aku mencoba
menjadi siswa yang terlihat nakal hanya untuk menarik perhatiannya, dimulai
dari mengejeknya, menjailinya, hingga memanggil nama ayahnya, akhirnya dia
mulai berjalan perlahan mendekatiku dan mulai menyentuh dan mengelus pipiku
dengan kencang alias ditampar awkwk gadis bersinar itu menamparku, tapi kalian
tahu ekspresiku? Tertawa cengar cengir awkwk entah kenapa aku malah merasa
senang, nagihin *Tuhan apakah aku masokis? Forget it.
Ohiya saat jeda istirahat sekolah, aku bermain dan
bercanda ria dengan teman-temanku seperti biasanya, tapi sepertinya Dewi
Fortuna sedang berada disisiku dikarenakan tanpa diduga sepucuk surat cinta
datang padaku, ini pertama kalinya aku mendapatkan surat cinta! aku segera
membukanya dan betapa terkejutnya aku, bahwa penulisnya adalah gadis dari kelas
sebelah wkwk ironis memang, kenyataannya yang tertarik malah gadis lain wkwk.
Sebenarnya aku juga sedikit suka dengan gadis dari kelas sebelah, tapi posisi
gadis bersinar itu tak tergeser di hati ini akakakak. Aku tak membalas surat
cinta itu, tapi aku punya permen Kiss warna biru yang di belakang bungkusnya
bertuliskan “Jadian yuk”, lalu memberikan permen itu ke sahabatku dan menyuruhnya
untuk memberikan kepada gadis di kelas sebelah sebagai tanda apresiasi dan ucapan
terima kasih. Tiba-tiba gadis dari kelas sebelah itu memanggilku, dia beridiri
di depan pintu masuk kelasku. Aku menghampirinya dan bertanya “iya, ada apa?” tanpa
menjawab pertanyaanku, secara lantang dia langsung mengungkapkan perasaannya
padaku: “aku suka, cinta sama kamu”, tentu saja aku jawab “iya gapapa” *sambil
ku tinggal pergi awkwkwk.
Saat itu guru sedang rapat dan tak menghadiri kelas,
kami bermain dengan gembira, tak lama berselang kami mendengar sebuah
pengumuman yang mengejutkan, beberapa dari kami merasa keberatan dengan
keputusan itu, aku salah satu yang keberatan atas keputusan itu, lalu kami
memutuskan untuk demo, sebut saja “Demo 2K”, keren kan anak SD bisa demo
hahaha. Entah apa yang merasukinya, gadis bersinar itu ikut Demo 2K juga,
keren! Kami bersama-sama menulis rasa
keberatan kami di sebuah kertas, mengibarkannya di luar kelas dengan teriakan
yang sudah pasti mengganggu. Aku melihatnya meneriakkan keluh kesah dengan
semangat yang membara dan membuatku berkhayal: “betapa kerennya jika kita
manjadi pasutri aktivis dan demo bersama menghadapi dunia hahaha”.
Teriakan kami terus menghiasi hari itu, siswa di kelas
sebelah menjadi terpancing dan ikut bergaung bersama kami. Tak perlu waktu
lama, para guru yang sedang rapat tiba-tiba keluar mengecek keadaan yang ramai
saat itu. Kami yang melihat para guru langsung lari berhamburan wkwkw kami semua
mencoba menghilangkan barang bukti dan duduk dengan rapi, tapi ada seorang
temanku yang terlambat menghilangkan jejak. Dan akhirnya sekitar 8 orang yang
dianggap sebagai “biang kerok” dipanggil ke ruang kepsek, termasuk aku dan
gadis bersinar itu, akhirnya kami semua dimarah-marahin hahaha disidang, juga diberi
nasihat dan tentunya dengan peringatan bahwa orang tua kami akan dipanggil ke
sekolah dan ancaman skorsing tentunya.
Hari-hari pun berlalu, semester 2 telah tiba, tugas-tugas
yang menghampiri semakin berat. Beratnya tugas kami anggap sebagai latihan
untuk mengadapi UN karena tak lama lagi kami akan menghadapi UN, ini adalah
pertama kalinya UN diadakan. Ohiya salah satu tugas yang menurutku berat adalah
tugas Bahasa Inggris, dimana kami disuruh membuat drama berbahasa inggris
dengan tema yang sudah ditentukan. Saat itu kami dikumpulkan di kelas duduk
dengan rapi untuk pembagian kelompok, aku yang saat itu menjabat sebagai ketua
kelas memiliki privilege untuk memilih anggota kelompok, tentu saja aku
menggunakan privilege dengan bijak, aku memilih gadis bersinar itu agar
satu kelompok denganku. Kami mendapatkan tema “Watching Movie” setelah
pembentukan kelompok selesai, kami segera musyawarah untuk menentukan konsep
dan pembagian tugas, tak lupa kami diskusi rumah siapa yang akan dijadikan
tempat berkumpul, tentu aku memilih rumah gadis bersinar itu sebagai meeting
point, accepted.
Singkat cerita, kami sudah menyelesaikan tugas
individu dengan baik, saatnya tugas kelompok dan berkumpul di rumah gadis
bersinar itu untuk latihan agar kami kompak dan hasilnya memuaskan. Aku
menyiapkan perlengkapan dan segera menuju ke rumah gadis itu yang jaraknya
cukup dekat dari rumahku, tidak sampai 5 menit sudah sampe, dan ya aku tiba di
rumahnya dan memanggil namanya, disana aku disambut dengan hangat, untuk
pertama kalinya aku bertemu dengan ayah dan ibunya, dan waw pertemuan ini
serasa simulasi untuk 15 tahun kedepan xixixi.
Tugas akhir semester 2 sudah selesai, tentunya tugas
praktek drama “Watching Movie” sudah selesai dengan nilai cukup memuaskan, dan UN
telah kami hadapi dengan sepenuh hati. Setiap pertemuan pasti akan ada
perpisahan, ya perpisahan diantara kami semua sudah dekat, rasanya berat
berpisah dengan teman-teman yang hampir setiap hari bermain dan berjuang
bersama selama 6 tahun. Di siang hari kala itu, kami berkumpul untuk menentukan
acara yang menurutku aneh, yaitu acara perpisahan. Entah kenapa menurutku acara
perpisahan itu aneh, judulnya perpisahan tapi malah dikumpulin, pisahin dong
*isi pikiran bodohku saat itu. Kami lanjut mendiskusikan terkait lokasi perpisahan, tentu kami semua punya masukan dan rekomendasi
tempat yang berbeda, namun pada akhirnya kami semua sepakat menentukan sebuah
rumah makan yang tak jauh dari sekolah dan strategis juga.
Hari itu pun tiba, aku terbangun disiang hari oleh panggilan teman-temanku, mereka sudah berada di rumahku, lalu aku lekas mandi dan bersiap untuk berangkat. Singkat cerita kami telah sampai di sebuah rumah makan yang cukup terkenal dan sederhana, disana kami berkumpul bercengkerama dengan gembira diiringi lembutnya hembusan angin yang sejuk, canda dan tawa selalu menyertai, aku memandang gadis bersinar itu yang sedang tersenyum, pipinya yang chubby dengan lesung pipi yang mungil, matanya yang seakan hilang disaat tersenyum dan tertawa membuatku merasa awh gemesh banget dah bawaannya pengen bawa pulang aja wkwk. Saat itu aku ingin mengungkapkan perasaanku secara langsung padanya, tapi aku malu wkwk ngga deng, aku hanya merasa peluang ditolaknya tinggi, karena jika ditolak itu artinya dia sudah tak mengizinkanku untuk mengaguminya lagi *bener gasi? Wkwk seketika aku mengingat lagu yang sering ku dengar di warnet, yaitu lagunya Mocca – Secret Admirer kupikir sepertinya ini adalah jalan ninjaku, mengaguminya dalam diam dan menjadi pengagum rahasia hahah.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kami semua
bersiap untuk berpisah alias pulang ke rumah masing-masing, hari pun mulai
gelap, kataware doki akan segera tiba, diawali dengan matahari yang
mulai tenggelam di ufuk barat, ini adalah moment terakhir kalinya aku
melihatnya memancarkan sinarnya di kala senja. Dalam hati ku berkata: Kamu bukanlah gadis pertama yang
kusuka, bukan juga kekasih pertamaku, tapi kamu adalah cinta pertama yang
menyinari duniaku. Terima kasih telah mengizinkanku mengagumimu lebih lama, tetaplah seperti itu, tetap bersinar seperti mentari yang bersinar walau sendiri, karena kamu adalah gadis
yang diberkati keindahan cahaya matahari,
Sunshine.
Komentar
Posting Komentar