Sunshine Di Kala Senja

Semua berawal di abad ke 20 di suatu pagi yang cerah ceria diselimuti langit biru dan hangatnya mentari pagi, aku bersama ibuku berjalan menuju suatu tempat yang tak pernah ku datangi sebelumnya, di sepanjang jalan banyak orang tua dan anak-anak seusiaku menuju tempat yang sama, sekolah. Yups, ini adalah hari pertama aku masuk sekolah atau lebih tepatnya SD. Kami terus berjalan dengan semangat, sesampainya di sana ternyata sudah ramai, aku melihat berbagai macam ekspresi, ada anak-anak yang ceria gembira tapi ada juga yang tersipu malu dengan bedak putih cemong di wajahnya haha, tak lupa aku pun melipir ke kantin buat jajan sambil menunggu pukul 7:00 dan menunggu informasi selanjutnya.

Bell pun berbunyi, pertanda sudah pukul 07:00 kami semua segera dikumpulkan dan berbaris di tengah halaman sekolah untuk upacara bendara dan mendengarkan pengumuman pembagian kelas. Aku berdiri dengan penuh semangat untuk menghadapi hari pertama masuk sekolah bersama orang-orang baru yang tak pernah kulihat sebelumnya, tapi ada sesuatu yang merenggut perhatianku. Sesuatu yang menyilaukan, bersinar, sebuah sinar kehidupan yang membuat matahari pun malu dan bersembunyi di balik awan putih. Ya, aku melihat seorang gadis yang bersinar dan membuat pandanganku hanya tertuju padanya, hingga kemanapun dia berlari mataku selalu mengikutinya.

Anyway sesi baris-berbaris sudah selesai dan dibubarkan, kami semua bergegas masuk kelas masing-masing. Aku masuk ke kelas 1A dan memilih tempat duduk, aku duduk di sebelah kiri bersama teman TK ku dulu, sebut saja namanya Tempe. Kami saling berkenalan dengan orang-orang baru, dan yang mengejutkan adalah gadis yang bersinar itu satu kelas denganku! Sungguh aku sangat senang saat itu, tapi sayangnya aku hanya berkenalan dengan para pria jadi aku tidak tahu namanya hehehe. Ohiya aku menemukan teman baru yang namanya mirip denganku, sebut saja namanya Hilal. Kami berbincang banyak hal, berlarian di kelas hingga jalan-jalan melewati setiap kolong meja. Dan ya, kami menjadi teman sepermainan yang nantinya menjadikan travelling kolong meja adalah sebuah rutinitas, kami suka travelling dan bermain di bawah sana hingga aku menemukan banyak harta karun dan bakat terpendamku hahaha.

          Sebut saja guru pertamaku Bu Hati, selain guru, beliau merangkap sebagai wali kelas juga. Pelajaran hari ini telah usai, hanya belajar dasar membaca tapi lebih banyak perkenalan tiap individu di kelas. Ohiya setelah bubaran kelas tentu saja aku mencari gadis bersinar itu, tapi entah kemana dia pergi dan menghilang.

Keesokan harinya aku kembali terbangun di pagi hari, segera aku bersiap untuk mengawali hari ke 2 sekolah. Aku pun berangkat ke sekolah seorang diri agar hari ini dan seterusnya bisa mandiri, berjalan di bawah langit biru melewati hamparan rumput dan embun pagi. Setibanya di tengah perjalanan, aku melihat ada 2 gadis berjalan seirama, posisi ku jauh di belakang mereka, but idk why merasa terpanggil dan penasaran hingga ku coba berjalan lebih cepat memperpendek jarak untuk melihat lebih dekat. Aku perhatikan dengan seksama mulai dari tas yang mereka pakai, rambut wavy sebahu, hingga seragamnya pun seragam (loh?) dan ya, mereka sama! ini pertama kalinya aku melihat anak kembar ku pikir. Ku coba mencari perbedaan diantara keduanya hingga aku berhasil menemukan perbedaan, dan yang membedakan mereka berdua adalah… selera. Kamu lebih suka Coklat atau Susu? Aku sih prefer susu hehe.

Aku terus berjalan di belakang membuntuti mereka hingga aku tersadar bahwa aku stalker wkwk bukan deng, aku sadar bahwa kami menuju dan tiba di tempat yang sama, yaitu sekolah. Sesampainya di sekolah, aku segera masuk kelas dan menaruh tas ku di kursi lalu lanjut ngobrol bersama teman-teman. Tak lupa aku mencari 2 gadis kembar itu, dan ternyata salah satunya adalah gadis yang bersinar, seketika pandanganku tak luput dari gadis itu, semakin aku melihatnya aku merasa aneh, iya aku memiliki perasaan aneh. Secara tiba-tiba Hilal mengajakku travelling kolong meja, tentu aku menerima ajakan bermainnya dan lanjut bermain dengannya disepanjang kolong meja. Kami kejar-kejaran, main jepret karet, lempar kertas, rautan, penghapus, pensil, pokoknya semuanya dilempar hahaha. Bagi kami di kolong meja ini adalah medan perang, kaki meja dan kursi ibarat sebuah rintangan yang harus kami lewati, semakin banyak rintangan semakin bagus juga akurasi lemparan kami haha.

Setelah lelah bermain, aku ingin istirahat dan keluar dari sini tapi kupikir ini adalah kesempatanku mencoba mendekati gadis bersinar itu, tanpa pikir panjang aku berjalan melawati kaki-kaki manusia, meja dan kursi yang menghalangi. Sesampainya aku tiba di dekat mejanya, aku keluar dari persembunyian lalu berjalan ke tempat duduknya kemudian aku menatapnya sejenak dan dia juga menatapku dengan kedipan mata yang lemah lembut. Aku terdiam dan membisu lalu mempertanyakan perasaan apa ini, dentuman jantungku berdetak lebih cepat, aku sempat berpikir bahwa aku menyukainya, mengaguminya, tapi sensasi ini terasa berbeda! Perasaan ini lebih dari sebelumnya, karena ini bukan pertama kalinya aku menyukai seorang gadis, karena gadis pertama yang kusuka adalah… Guru TK ku wkakaka dan yang kedua adalah gadis teman TK ku dulu, sebut saja namanya Lilin ahaha doi anaknya lucu chubby gitu mirip bocil cantik di film Boboho, tau kan? Bukan yang ingusan loh ya hahah. Tapi tetap saja bu guru memiliki aura wanita dewasa dan beliau memiliki senyuman manis yang menyambutku setiap pagi dengan balutan hijabnya kala itu. Tapi tahukah kamu? Bahwa bapakku juga menyukainya dan ibuku tahu itu wakakaka.

Bell pun berbunyi, pertanda hari ke 2 sekolah sudah selesai, aku segera membereskan perlengkapan sekolahku dilanjutkan dengan duduk membatu dan membisu, tujuannya? Agar terlihat rapih, karena yang rapih pulang duluan ahahah. Aku pulang dengan hati gembira karena ternyata rumahku dan gadis bersinar beserta kembarannya itu searah, kita cuma beda gang aja. Dan tentu saja aku mengikutinya diam-diam hingga aku tau rumahnya wkwk dan ternyata mereka beda rumah wahaha bukan saudara kembar juga tentunya.

Hari-hari indah ku di tahun pertama sekolah yang penuh semangat terus berlanjut, aku selalu datang lebih pagi untuk melihat sang pujaan hati yang abis mandi, seger banget cuy liatnya haha. FYI aja nih kalo aku telah mengetahui namanya setelah dia angkat tangan ketika absen. Sekolah dan bermain adalah rutinitasku karena di kepalaku saat itu hanya gadis yang bersinar dan travelling kolong meja hahah, di kolong meja aku menemukan banyak hal yang kusebut harta karun, seperti pensil, pulpen, rautan, dan penghapus yang tentunya milik siswa/siswa yang tak sadar bahwa alat tulisnya hilang.

Ketika aku sedang travelling kolong meja, aku melihat sekilas cahaya putih yang membuatku penasaran, aku pun melangkah mundur dan mencari tahu cahaya putih itu berasal dari mana. Dan ya aku menemukannya, tepat berada di antara kedua kaki teman perempuanku yang sedikit terbuka, entah pemiliknya siapa tapi yang pasti karena penasaran aku pun membuka tirai merah diantara kakinya dan terlihat lah sebuah kain putih bergambar Beruang megang balon wkakak asli lucu banget gambarnya, saking lucunya sampai terngiang di kepalaku dan rasanya kuingin segera pulang untuk menggambar beruang lucu itu. Btw saat itu aku hanya berpikir tentang gambar beruangnya, tidak ada sedikitpun pikiran “kotor” saat itu karena aku masih kecil dan masih polos *sekarang juga sih hahaha.

Teng teng teng, bell pulang sekolah pun berbunyi aku bergegas pulang, sesampainya di rumah kuambil secarik kertas dan langsung menggambarnya. Ku mulai gambar sedikit demi sedikit, dimulai dari kepalanya, matanya, hidungnya hingga badannya dan seketika aku lupa *tadi tangannya gimana ya? Posisi kakinya gimana ya? Kayanya gambarku salah* entah kenapa aku benar-benar lupa haha padahal ku ingin memperlihatkan gambarku pada gadis bersinar itu, bahwa aku punya sesuatu yang lucu untuknya, tapi ya sudahlah dengan niat yang tulus akan ku lihat lagi besok pagi.

Hari esok pun tiba, ini lah waktu yang kutunggu untuk berburu Beruang! Hahaha aku sangat semangat menghadapi hari ini, karena aku akan melihat gadis bersinar itu kembali dan tanpa diduga semesta mendukungku, guru sedang tidak hadir saat itu dan aku lekas pergi ke kolong meja mencari letak gambar beruang yang kulihat sebelumnya dan ya, ketemu! Segera ku buka tirai merahnya dan…tadaaa! Gambarnya ganti wkwkwk sialan kenapa ganti gambar woy dimana beruangnya hey, cape aku tuh kalo gambar ulang, kesel. Kecewa adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku saat itu, aku kehilangan beruang lucuku #sedih.

Kekecewaanku tak bertahan lama, karena aku mengalihkan pandanganku ke arah kiri, disana ada teman sebangkunya yang tentu saja memiliki tirai merah juga. Aku penasaran apakah di bawah sana dia punya gambar yang lucu juga? Untuk menjawabnya aku pun membuka tirai merahnya dan aku menemukan gambar yang baru, Winne the Pooh. Lantas ku berpikir “sepertinya gadis-gadis disini punya gambar yang berbeda”, dan segera aku mengecek satu persatu wkakaka dan benar, mereka semua mempunyai gambar yang berbeda setiap harinya, ada yang gambar Strawberry, Teletubies, Berbie, balon, pelangi, Power Pop Girl, hingga Monokuro Boo.  

Hari-hari ku selanjutnya yang ceria diisi penuh warna dengan membuka tirai merah, setiap hari aku membukanya diiringi respon yang khas hingga akhirnya akupun addicted wkwkwk addicted menggambar loh ya, karena saat itu aku bisa menggambar semua karakter yang kulihat dan mengimplementasikannya di selembar kertas dan taraaa!... Jadi Doodle wkwk finally aku menemukan bakat terpendamku hahaha.

2 tahun pun berlalu, kami pindah lokasi sekolah alias nebeng dengan sekolah lain karena sekolahku sedang direnovasi tingkat 2. Disana aku sudah tidak bisa membuntuti gadis bersinar itu ketika pulang sekolah, karena dia diantar jemput motor (ojek mungkin?) Entahlah, sementara aku naik angkot bersama teman-temanku. Ohiya aku juga menemukan musuh bebuyutanku, panggil saja dia Asam, dia cewe pintar tapi sangar wkwk sesungguhnya kami berteman, tapi karena aku yang ngeselin dan dia yang emosian yaudah ribut mulu wkwk. Dimulai dari panggil nama orang tuanya, ngumpetin sendal, sepatu, sampai ngejatohin kerudungnya terus nyamplung ke got awkwk alhasil dia pun emosi dan marah-marah hahaha kayanya semua cewe kalo digituin juga emosi tingkat dewa ya ahaha.

Ohiya ditahun ketiga ini adalah awal turning point untukku, aku memulai cara dan hal-hal baru untuk mendapat sedikit perhatian darinya, karena menjadi pintar bukanlah hal yang mebuatnya tertarik padaku wkwk dan tentu saja aku sudah berhenti travelling kolong meja, kenapa? Karena di sana sudah tak semenarik dulu wkwk jaman telah berkembang cepat, yang awalnya kain putih bergambar lucu menjadi bermotif garis-garis, polkadot, warna-warni, ada juga yang berenda dan kemudian tergantikan oleh celana strit wkwk atau mungkin karena aku sudah tak memiliki teman travelling hingga beranggapan di sana sudah berbeda dan tak menarik, karena Hilal sudah pergi meninggalkan dunia tanpa jejak.

Perasaanku terhadap gadis bersinar itu semakin bertambah dari waktu ke waktu, aku pun bertanya-tanya apakah ini yang dinamakan cinta? Ku pikir aku jatuh cinta, cinta monyet kalo kata orang-orang hahaha. Entah kenapa segala hal yang berkaitan dengannya membuatku senang, bahagia. Salah satu hal kecil dan simple yang membuatku senang adalah mengoreksi bukunya hahah terkadang kalo lagi hoki bukuku dikoreksi olehnya dan tentu saja tertera namanya, sungguh senang sekali hati kecil ini. Ini adalah awal skill analisaku dimulai, aku menghitung setiap meja, kursi, jarak, jumlah siswa yang hadir, tak lupa aku memprediksi dan memperhatikan tiap moment siswa menumpukkan buku, tujuanku sudah jelas, agar aku bisa mengoreksi bukunya & bukuku dikoreksi olehnya hahaha.

Situasi di tahun ke 4 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, sekolahku masih direnovasi, aku masih sering ribut dengan Asam, dan tentunya perasaanku masih sama dengan gadis yang masih tetap bersinar. Yang sedikit berbeda adalah seorang temanku yang pindah karena tidak naik kelas, dan aku yang menjadi bolang dan lebih bar-bar karena efek nonton One Piece, Naruto dan juga Smackdown hahaha.

Di kelas 4 ini aku mencoba lebih banyak permainan, anggap saja memperluas wawasan hehe. Ga cuma permainan modern seperti Bayblade, Tamiya dan CrushGear, tapi permainan tradisional pun hampir ku mainkan semua, seperti gundu, tapak gunung, petak umpet, polisi-maling, batu 7, bentengan, layangan, masak-masakan, lompat karet hingga bekel dan congklak awkwk tentu saja memainkan permainan perempuan hanya sekedar alibi, tujuannya ya biar lebih deket dengan gadis bersinar itu dong. Lompat karet adalah salah satu permainan favoritku, karena gadis bersinar itu sering main karet saat jeda istirahat, aku menikmati setiap detiknya, setiap lompatannya, ekspresinya ketika ngaspel, dan senyuman bahagianya, senangnya bukan main cuy rasanya bisa main bersama orang yang dikagumi hihihi.

Setahun kemudian aku sudah kelas 5 SD, Gedung sekolahku juga sudah selesai direnovasi, kami semua kembali ke sekolah asal. Sekarang sekolahku sudah tingkat 2 lantai, yeay! Di lantai 2 ada lab computer, ya meskipun masih DOS bukan Windows, tapi lumayan untuk sekedar belajar ngetik dan bermain game meskipun sedikit, game favoritku disana adalah Prehistorik 2 hehe. Dikarenakan lab computer di sekolah masih menggunakan DOS, aku lekas berpaling ke warnet yang menggunakan Windows untuk menambah wawasan. Disana banyak game seperti GunBound, Seal Online, Ragnarok dan masih banyak lagi, tak lupa akupun melihat primbon untuk mengetahui apakah aku cocok dan berjodoh dengan gadis bersinar itu wkaka tentu aku tahu tempat tanggal lahirnya, jika hasilnya kurang memuaskan aku merasa kesal dan langsung play lagu Baon Cikadap, asade ko..chaaakkss.

Disuatu pagi aku melihat dimana gadis bersinar itu ternodai, iya ternodai, betis kanannya ternodai karena kena knalpot wkwk melepuh cuy berbekas lukanya, sudah pasti yang aku salahkan adalah knalpotnya dong kenapa genit sampe nempel ke betis. Tak lama berselang setelah kejadian itu, ternyata aku pun ikut ternodai akibat tidak hati-hati waktu pertama ngeBM. Dan ya, sudah bisa ditebak bukan? Aku jatuh dari mobil losbak wkwk kepalaku bocor, saat itu rasanya blank kepalaku pusing dan tubuh ini serasa melayang, padahal emang lagi digotong ke klinik wkwk, akhirnya aku absen sejenak dari sekolah. Singkat cerita, aku tiba di kelas dengan perban di kepalaku dan menjadi pusat perhatian ahaha terutama perhatian dari gadis bersinar itu, dia memperhatikan ku sejenak dengan wajahnya yang sedikit jutek. Apakah kalian pikir aku malu? Tentu tidak, justru sebaliknya, aku merasa keren dengan lilitan perban di kepalaku. Karena mindsetku saat itu adalah semakin nakal semakin keren, terlihat rebel, young & reckless istilahnya, bukan laki namanya kalo tidak ada bekas luka di tubuhnya hahah.

Ini adalah tahun terakhirku, lebih tepatnya aku sudah sudah kelas 6 SD dan tentu gadis bersinar itu tetap menjadi pujaan hatiku, tapi dia tetap saja jutek wkwk. Aku dipilih sebagai ketua kelas, ini kesekian kalinya aku dipilih entah apa alasannya, saat upacara bendara pun mereka terkadang memilihku untuk menjadi pemimpin barisan, pembawa naskah Pancasila, pengibar bendera dan sebagainya. Sesungguhnya aku tidak menyukai semua itu karena aku tidak suka menjadi orang yang terlihat “mencolok”, salah satu alasan ku menerima semua itu ya tidak lain dan tidak bukan adalah agar gadis bersinar itu melihatku mempunyai value lebih daripada pria lain, setidaknya dia notice keberadaanku. Meskipun hasilnya nihil wkwkw.

Aku tetap berusaha mendapatkan perhatiannya, dan ya setiap pria punya cara berbeda untuk mendekati wanita idamannya. Setelah menjadi siswa pintar yang baik dan benar tidak berpengaruh padanya, aku mencoba menjadi siswa yang terlihat nakal hanya untuk menarik perhatiannya, dimulai dari mengejeknya, menjailinya, hingga memanggil nama ayahnya, akhirnya dia mulai berjalan perlahan mendekatiku dan mulai menyentuh dan mengelus pipiku dengan kencang alias ditampar awkwk gadis bersinar itu menamparku, tapi kalian tahu ekspresiku? Tertawa cengar cengir awkwk entah kenapa aku malah merasa senang, nagihin *Tuhan apakah aku masokis? Forget it.

Ohiya saat jeda istirahat sekolah, aku bermain dan bercanda ria dengan teman-temanku seperti biasanya, tapi sepertinya Dewi Fortuna sedang berada disisiku dikarenakan tanpa diduga sepucuk surat cinta datang padaku, ini pertama kalinya aku mendapatkan surat cinta! aku segera membukanya dan betapa terkejutnya aku, bahwa penulisnya adalah gadis dari kelas sebelah wkwk ironis memang, kenyataannya yang tertarik malah gadis lain wkwk. Sebenarnya aku juga sedikit suka dengan gadis dari kelas sebelah, tapi posisi gadis bersinar itu tak tergeser di hati ini akakakak. Aku tak membalas surat cinta itu, tapi aku punya permen Kiss warna biru yang di belakang bungkusnya bertuliskan “Jadian yuk”, lalu memberikan permen itu ke sahabatku dan menyuruhnya untuk memberikan kepada gadis di kelas sebelah sebagai tanda apresiasi dan ucapan terima kasih. Tiba-tiba gadis dari kelas sebelah itu memanggilku, dia beridiri di depan pintu masuk kelasku. Aku menghampirinya dan bertanya “iya, ada apa?” tanpa menjawab pertanyaanku, secara lantang dia langsung mengungkapkan perasaannya padaku: “aku suka, cinta sama kamu”, tentu saja aku jawab “iya gapapa” *sambil ku tinggal pergi awkwkwk.

Saat itu guru sedang rapat dan tak menghadiri kelas, kami bermain dengan gembira, tak lama berselang kami mendengar sebuah pengumuman yang mengejutkan, beberapa dari kami merasa keberatan dengan keputusan itu, aku salah satu yang keberatan atas keputusan itu, lalu kami memutuskan untuk demo, sebut saja “Demo 2K”, keren kan anak SD bisa demo hahaha. Entah apa yang merasukinya, gadis bersinar itu ikut Demo 2K juga, keren!  Kami bersama-sama menulis rasa keberatan kami di sebuah kertas, mengibarkannya di luar kelas dengan teriakan yang sudah pasti mengganggu. Aku melihatnya meneriakkan keluh kesah dengan semangat yang membara dan membuatku berkhayal: “betapa kerennya jika kita manjadi pasutri aktivis dan demo bersama menghadapi dunia hahaha”.

Teriakan kami terus menghiasi hari itu, siswa di kelas sebelah menjadi terpancing dan ikut bergaung bersama kami. Tak perlu waktu lama, para guru yang sedang rapat tiba-tiba keluar mengecek keadaan yang ramai saat itu. Kami yang melihat para guru langsung lari berhamburan wkwkw kami semua mencoba menghilangkan barang bukti dan duduk dengan rapi, tapi ada seorang temanku yang terlambat menghilangkan jejak. Dan akhirnya sekitar 8 orang yang dianggap sebagai “biang kerok” dipanggil ke ruang kepsek, termasuk aku dan gadis bersinar itu, akhirnya kami semua dimarah-marahin hahaha disidang, juga diberi nasihat dan tentunya dengan peringatan bahwa orang tua kami akan dipanggil ke sekolah dan ancaman skorsing tentunya.

Hari-hari pun berlalu, semester 2 telah tiba, tugas-tugas yang menghampiri semakin berat. Beratnya tugas kami anggap sebagai latihan untuk mengadapi UN karena tak lama lagi kami akan menghadapi UN, ini adalah pertama kalinya UN diadakan. Ohiya salah satu tugas yang menurutku berat adalah tugas Bahasa Inggris, dimana kami disuruh membuat drama berbahasa inggris dengan tema yang sudah ditentukan. Saat itu kami dikumpulkan di kelas duduk dengan rapi untuk pembagian kelompok, aku yang saat itu menjabat sebagai ketua kelas memiliki privilege untuk memilih anggota kelompok, tentu saja aku menggunakan privilege dengan bijak, aku memilih gadis bersinar itu agar satu kelompok denganku. Kami mendapatkan tema “Watching Movie” setelah pembentukan kelompok selesai, kami segera musyawarah untuk menentukan konsep dan pembagian tugas, tak lupa kami diskusi rumah siapa yang akan dijadikan tempat berkumpul, tentu aku memilih rumah gadis bersinar itu sebagai meeting point, accepted.

Singkat cerita, kami sudah menyelesaikan tugas individu dengan baik, saatnya tugas kelompok dan berkumpul di rumah gadis bersinar itu untuk latihan agar kami kompak dan hasilnya memuaskan. Aku menyiapkan perlengkapan dan segera menuju ke rumah gadis itu yang jaraknya cukup dekat dari rumahku, tidak sampai 5 menit sudah sampe, dan ya aku tiba di rumahnya dan memanggil namanya, disana aku disambut dengan hangat, untuk pertama kalinya aku bertemu dengan ayah dan ibunya, dan waw pertemuan ini serasa simulasi untuk 15 tahun kedepan xixixi.

Tugas akhir semester 2 sudah selesai, tentunya tugas praktek drama “Watching Movie” sudah selesai dengan nilai cukup memuaskan, dan UN telah kami hadapi dengan sepenuh hati. Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan, ya perpisahan diantara kami semua sudah dekat, rasanya berat berpisah dengan teman-teman yang hampir setiap hari bermain dan berjuang bersama selama 6 tahun. Di siang hari kala itu, kami berkumpul untuk menentukan acara yang menurutku aneh, yaitu acara perpisahan. Entah kenapa menurutku acara perpisahan itu aneh, judulnya perpisahan tapi malah dikumpulin, pisahin dong *isi pikiran bodohku saat itu. Kami lanjut mendiskusikan terkait lokasi perpisahan, tentu kami semua punya masukan dan rekomendasi tempat yang berbeda, namun pada akhirnya kami semua sepakat menentukan sebuah rumah makan yang tak jauh dari sekolah dan strategis juga.

Hari itu pun tiba, aku terbangun disiang hari oleh panggilan teman-temanku, mereka sudah berada di rumahku, lalu aku lekas mandi dan bersiap untuk berangkat. Singkat cerita kami telah sampai di sebuah rumah makan yang cukup terkenal dan sederhana, disana kami berkumpul bercengkerama dengan gembira diiringi lembutnya hembusan angin yang sejuk, canda dan tawa selalu menyertai, aku memandang gadis bersinar itu yang sedang tersenyum, pipinya yang chubby dengan lesung pipi yang mungil, matanya yang seakan hilang disaat tersenyum dan tertawa membuatku merasa awh gemesh banget dah bawaannya pengen bawa pulang aja wkwk. Saat itu aku ingin mengungkapkan perasaanku secara langsung padanya, tapi aku malu wkwk ngga deng, aku hanya merasa peluang ditolaknya tinggi, karena jika ditolak itu artinya dia sudah tak mengizinkanku untuk mengaguminya lagi *bener gasi? Wkwk seketika aku mengingat lagu yang sering ku dengar di warnet, yaitu lagunya Mocca – Secret Admirer kupikir sepertinya ini adalah jalan ninjaku, mengaguminya dalam diam dan menjadi pengagum rahasia hahah.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kami semua bersiap untuk berpisah alias pulang ke rumah masing-masing, hari pun mulai gelap, kataware doki akan segera tiba, diawali dengan matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat, ini adalah moment terakhir kalinya aku melihatnya memancarkan sinarnya di kala senja. Dalam hati ku berkata: Kamu bukanlah gadis pertama yang kusuka, bukan juga kekasih pertamaku, tapi kamu adalah cinta pertama yang menyinari duniaku. Terima kasih telah mengizinkanku mengagumimu lebih lama, tetaplah seperti itu, tetap bersinar seperti mentari yang bersinar walau sendiri, karena kamu adalah gadis yang diberkati keindahan cahaya matahari, Sunshine.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Move On

Where Do I Begin?