Move On
Hai hai, selamat tahun baru 2018 untuk kalian semua, duh gaberasa ya udah tahun 2018 aja, ohiya gimana tahun baruannya? Menyenangkan kah? Pasti menyenangkan dong ya dan semoga di tahun ini segalanya menjadi lebih baik dibanding tahun kemarin. Ohiya setelah di post sebelumnya gua membahas tentang cinta-cintaan, ada baiknya kita membahas temennya Cinta (Rangga?) No! Temennya cinta itu putus cinta alias patah hati haha. Si putus cinta ini yang bikin orang jadi galau tak tahu arah, kadang saking cintanya putus udah lama beberapa tahun yang lalu tapi masih kepikiran alias belom move on wkaka. Oke kali ini gua akan membahas tentang Move On. Biasanya sebelum Move on, diawali dengan yang namanya putus cinta atau patah hati (Bener gasih?), kalian pernah ngerasain putus cinta? Patah hati? Yang udah ngerasain pasti tau rasanya gimana yang pasti sakit atau bahkan ada yang sampe ngalamin yang namanya Caraphernelia (termasuk gua). Balik lagi ke Move On, ada baiknya kita langsung membahas tentang Move On tapi karena gua tipe orang yang menghargai proses jadi ada baiknya kita back to the roots alias kembali ke akar dimana terdapat beberapa proses sebelum terjadinya Move On, mungkin kalian juga pernah ngalamin beberapa proses yang akan gua ceritain nanti dan gua akan menceritakannya sesuai dengan yang gua rasain alias menurut pengalaman gua muehehe, yaudah langsung aja yuk kita bercerita.
Kita awali dengan membahas
tentang Break. Menurut gua, break adalah sesuatu yang “ngambang” karena merubah
semuanya jadi gajelas macem dibilang pacaran tapi kaya gapacaran, dibilang gapacaran
tapi kaya masih pacaran (bingung kan?) atau mungkin break itu sebuah solusi, ya
solusi disaat hubungan diterpa masalah yang amat sangat rumit atau mungkin
hubungannya udah sampai pada titik jenuh karena aktivitas yang dijalani cuma
itu-itu aja dan ga ada perubahan yang signifikan, dan break adalah keputusan yang
tepat. Tapi ada sebagian orang atau sebut saja “oknum” yang menggunakan break
sebagai media pengulur waktu buat putus karena ga tega bilang putus, tapi ada
juga yang ngajak break karena labil dan ga tegas buat ambil keputusan “putus
tapi sayang udah lama pacaran, kalo bertahan tapi ko rasanya berat ya”, dan ada
juga yang break karena mau coba deketin seseorang yang kalo ga cocok mungkin
tetep pacaran sama yang lama. Tapi terlepas dari semua itu, intinya menurut gua
break adalah saat yang tepat buat introspeksi dan menenangkan diri.
Di paragraf kali ini gua akan
berbicara mengenai Putus. Putus adalah momen dimana introspeksi diri
hanyalah sebuah basa-basi alias break ga merubah apapun karena masalah belum
terselesaikan dan akhirnya malah semua masalah yang ada berkumpul jadi satu dan
meledak bagaikan gunung berapi yang meletus dan setelah meletus barudeh
disertai alasan-alasan klasik macem: “ini bukan kamu”, “kamu berubah”, “kayanya
kita temenan aja deh” atau “kamu terlalu baik buat aku”. Nah di momen putus ini
yang membedakan cewe dan cowo, biasanya cewe lebih gampang buat cerita panjang
lebar ke sahabatnya pas lagi putus, cowo paling bilang ke sahabatnya kalo udah
putus sambil ketawa-tawa seakan gaterjadi apa-apa, pas udah sampe kamar barudeh
ngerasa sedih merana lagi kaya abis dikebiri wkwklebay. Biasanya pas putus cewe
atau cowo bakal diselimuti gengsi satusamalain dan diiringi dengan
fakesmile sambil berkata dalam hati “I’m Fine” tapi tetep aja dalam hati mah
sedih wkakak.
Setelah di paragraf sebelumnya
ngebahas putus, maka di paragraf ini gua akan membahas kelanjutan dari putus,
yaitu Galau. Setelah putus akan ada rasa galau yang melanda (bener ga?), biasanya
saat galau melanda ada sebagian orang memendam kesedihannya, ada yang
cerita atau curhat ke orang terdekat, dan ada juga yang jadi produktif buat
ngeluapin kesedihannya misalnya bikin lagu, kerja, nulis, gambar (termasuk
gua), olahraga atau jualan cangcimen (kacang, kuaci, permen) di lampu merah,
mayan buat nambah uang jajan. Biasanya di saat galau kita akan menyalahkan dan
bertanya-tanya “kenapa sih kamu jadi gini?”, “kamu ko jahat sih tega sama
aku?”, atau “aku kurang apa? Kurang enak?!” tapi ada sebagian yang nyalahin
diri sendiri sambil berkata dalam hati “Kenapa harus aku yang merasakan ini?
Atau mungkin ini emang salah aku”. Akhirnya galau akan berujung kepo dan
akhirnya stalking dan akhirnya lagi malah bikin tambah galau yang bikin makan
ga enak, tidur ga nyenyak, terasa ada lubang di hati, ada rasa sepi saat rutinitas
yang biasa dijalani hilang dan hidup terasa berat, tapi ketika hidupmu terasa
berat, ingatlah dulu kamu adalah sperma terkuat wkwkw.
Setelah dilanda galau terus menerus, ini adalah waktu yang tepat untuk Me Time. Yaps, kita harus meluangkan waktu untuk diri kita sendiri yang diawali dengan berpikir positif, ya meskipun gua tau pasti masih ada rasa sakit tapi di dalam hati kecil pasti akan berkata “Aku sayang kamu, tapi aku harus lebih sayang sama diriku sendiri”. Pada fase Me Time inilah yang merupakan jawaban kenapa biasanya mantan keliatan lebih cantik atau ganteng setelah putus, karena ini waktu yang tepat buat memanjakan diri. Yang cewe biasanya ke salon potong rambut, perawatan mutihin kulit, pasang eyelash extension, shopping, hangout bareng temen-temen, sedangkan yang cowo gemukin atau kurusin badan, olahraga, ngegym biar keliatan lebih ideal ataupun travelling bareng temen-temen sambil happy-happy party. Biasanya di sini kalian akan menjalani aktivitas baru, intinya di fase Me Time ini adalah Enjoy your Life.
Di tahap ini merupakan proses
pemulihan alias Recovery. Memanjakan diri dan menikmati setiap aktivitas baru yang
udah dijalani membuat sedikit lupa pada rasa sakit dan membuat luka perlahan
terlupakan, ya memang seharusnya hati yang sakit itu dirawat, diobati, dan
ditata, bukan cuma ditutup lukanya apalagi cuma ditahan perihnya (Bener ga?).
Nah luka-luka yang telah tercipta perlahan berevolusi menjadi koreng yang
artinya akan timbul rasa gatal yang terkadang bikin kita ingin menggaruk
luka-luka yang hampir kering. Pada akhirnya kita mulai bisa tersenyum dengan
tulus dan berterima kasih di dalam hati “Terima kasih untuk kenangan indah
bersamamu, terima kasih untuk semuanya, semua mimpi yang pernah kita kejar
bersama, semua inspirasi yang pernah kau beri, dan terima kasih untuk pelajaran
berharga yang bernama patah hati” (Lah kok jadi gua yang berterimakasih wkwkw)
intinya di tahap ini kita belajar memaafkan dan berpikir ke depan yang membuat
kita semakin dewasa.
Setelah semua proses di atas dilalui dan sampailah kita pada bagian terakhir, yaitu Move On. Biasanya di proses Move On ini sebagian ada yang menutup hati karena belum bisa menerima kehadiran orang baru di hatinya dan ada juga yang gencar cari pasangan baru ya entah untuk sekedar buat pelarian atau emang buat gantiin yang lama. Sebenernya Move On itu bukan sekedar punya pasangan baru tapi hati masih di masa lalu, atau masih merasa sakit teringat masa lalu dan belum bisa buka hati buat yang baru, karena Move On bukan berarti menghadirkan hal-hal yang baru tapi mengikhlaskan hal-hal yang udah berlalu. Jadi menurut gua intinya Move On itu ketika kita bisa tersenyum dan tertawa lepas tanpa merasakan sakit saat mengingat masa lalu dan siap menerima sesuatu yang baru. Sesungguhnya cewe dan cowo berhak hidup bahagia sama pasangan yang tepat, jadi percaya deh, saat hubungan kita dan seseorang berakhir, di saat itu juga kita selangkah lebih dekat pada orang yang tepat. See ya!
Saat hubungan kita dan seseorang berahir, di saat itu juga kita selangkah lebih dekat dengan orang yang tepat. Kalo itu jodoh kita. Eaaaaa
BalasHapus